Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 28-03-2025 Asal: Lokasi
Kapal keruk pasir portabel adalah mesin kompak dan mobile yang digunakan untuk menggali dan mengangkut pasir, sedimen, atau lumpur dari sungai, danau, waduk, kolam, atau daerah pesisir. Ini dirancang untuk operasi pengerukan skala kecil hingga menengah dan ideal untuk proyek yang memerlukan transportasi mudah, penerapan cepat, dan pemindahan material secara efisien.
1. Kepala Hisap atau Pemotong:
Kapal keruk menggunakan kepala pemotong atau nosel hisap untuk memecah dan melonggarkan pasir atau sedimen yang dipadatkan.
Bahan tersebut dicampur dengan air untuk membuat bubur pasir.
2. Sistem Pompa dan Saluran Pipa:
Bubur dipompa melalui pompa keruk ke dalam pipa pembuangan.
Pipa tersebut mengangkut campuran pasir ke lokasi pengendapan atau area pemrosesan.
3. Mobilitas dan Kontrol:
Kapal keruk portabel dilengkapi dengan sistem propulsi atau derek untuk navigasi.
Sistem GPS dan sonar memastikan operasi pengerukan yang akurat.
1. Kapasitas dan Kedalaman Pengerukan
Kedalaman pengerukan: Biasanya berkisar antara 1 hingga 15 meter (3 hingga 50 kaki).
Kapasitas produksi:
Kapal keruk kecil: 100 – 500 m³/jam.
Kapal keruk sedang: 500 – 2,000 m³/jam.
Jarak pembuangan: Hingga 1.000 meter atau lebih, tergantung pada daya pompa dan konfigurasi pipa.
2. Tenaga Pompa Keruk
Kisaran daya: Dari 30 kW hingga 500 kW, tergantung pada ukuran kapal keruk.
Laju aliran: Mampu memompa pasir, kerikil, dan lumpur secara efisien.
Ukuran material: Mendukung ukuran partikel hingga 100mm.
3. Lambung dan Konstruksi
Tipe lambung:
Ponton baja: Untuk daya tahan dan daya apung.
Konstruksi modular: Untuk memudahkan transportasi dan perakitan.
Ukuran:
Panjangnya: 6 – 30 meter (20 – 100 kaki).
Lebar: 2 – 6 meter (6 – 20 kaki).
Draf: Rancangan rancangan dangkal untuk operasi di perairan dangkal.
4. Sumber Tenaga dan Penggerak
Tipe mesin:
Mesin diesel: Umum untuk kapal keruk portabel.
Motor listrik: Untuk pengoperasian yang ramah lingkungan dan kebisingan rendah.
Sistem propulsi:
Kapal keruk self-propelled dengan sistem baling-baling.
Non-self-propelled dengan kemampuan penarik.
5. Sistem Pengendalian dan Navigasi
Penentuan posisi GPS: Memastikan lokasi pengerukan yang tepat.
Sensor pemantauan kedalaman: Mengukur kedalaman pengerukan secara real-time.
Sistem kontrol otomatis: Untuk kemudahan pengoperasian dan efisiensi.